Sabtu, 26 Mei 2012

Tugas Silvika


Tugas Silvika
Zulfian: G01110165
Beberapa Tanaman yang akan dibahas di bawah ini:
A.Tanaman Sengon (Parasirianthes falcataria)
a)      tanah. Tanaman Sengon dapat tumbuh baik pada tanah regosol, aluvial, dan latosol yang bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan kemasaman tanah sekitar pH 6-7.
b)      Iklim. Ketinggian tempat yang optimal untuk tanaman sengon antara 0 - 800 m dpl. Walapun demikian tanaman sengon ini masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1500 m di atas permukaan laut. Sengon termasuk jenis tanaman tropis, sehingga untuk tumbuhnya memerlukan suhu sekitar 18 ° - 27 °C.
c)      Curah Hujan. Curah hujan mempunyai beberapa fungsi untuk tanaman, diantaranya sebagai pelarut zat nutrisi, pembentuk gula dan pati, sarana transpor hara dalam tanaman, pertumbuhan sel dan pembentukan enzim, dan menjaga stabilitas suhu. Tanaman sengon membutuhkan batas curah hujan minimum yang sesuai, yaitu 15 hari hujan dalam 4 bulan terkering, namun juga tidak terlalu basah, dan memiliki curah hujan tahunan yang berkisar antara 2000 - 4000 mm.
d)     Kelembaban. Kelembaban juga mempengaruhi setiap tanaman. Reaksi setiap tanaman terhadap kelembaban tergantung pada jenis tanaman itu sendiri. Tanaman sengon membutuhkan kelembaban sekitar 50%-75%.
e)      Hama. Beberapa hama yang biasa menyerang bibit adalah semut, tikus rayap, dan cacing, sedangkan yang tergolong penyakit ialah kerusakan bibit yang disebabkan oleh cendawan.
B. Tanaman Ramin (Gonystylus bancanus)
Ramin tumbuh pada tanah podsolik, tanah gambut, tanah aluvial dan tanah lempung berpasir kwarsa yang terbentuk dari bahan induk endapan. Habitat Ramin mempunyai tingkat keasaman (pH) bervariasi dari 3,6 sampai dengan 4,4. Pohon jenis Ramin tumbuh baik di dataran rendah dengan ketinggian 0 - 100 dpl. Curah hujan pada tanaman ini berkisar antara 1.100mm-3.300mm/tahun dan kelembaban 74,37%-90,38% suhu yang diperlukan 25,960C-32,700C.
C. Tanaman Jabon (Anthocephalus cadamba)
            Jabon umumnya tumbuh pada tanah alluvial lembab di pinggir sungai dan di daerah peralihan antara tanah rawa dan tanah kering yang kadang-kadang digenangi air. Selain itu dapat juga tumbuh dengan baik pada tanah liat, tanah lempung, podsolik coklat, tanah tuf halus atau tanah lempung berbatu yang tidak sarang. Jenis ini memerlukan iklim basah hingga kemarau kering di dalam hutan gugur daun dengan tipe curah hujan A dan D, mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dari permukaan laut.
Jabon termasuk jenis intoleran yakni tumbuhan yang memerlukan cahaya murni alias tak tahan ada naungan ketika tumbuhnya, suhu maksimum 32-43 C. akhir-akhir ini tersudutkan oleh seringnya mengalami serangan penyakit, dikenal masyarakat sebagai karat Puru atau Karat Tumor (gall rust). Jamur ini bisa berkembang biak hanya dari 1 inang saja, yaitu tanaman sengon laut dalam seluruh siklus hidupnya. Penyakit ini ditunjukan oleh munculnya bintil-bintil kecil di salah satu cabang atau ranting. Serangan penyakit ini sangat mematikan, kalau sudah ada gejala itu, maka potong segera cabang itu, kemudian kuburlah, agar dengan itu tidak menyebar.

Kondisi Keadaan Daerah Penanaman di Kabupaten Sambas

            Kabupaten Sambas terletak di antara 1’23” LU dan 108’39” BT. Iklim Kabupaten Sambas termasuk daerah beriklim tropis dengan curah hujan bulanan rata-rata 187.348 mm dan jumlah hari hujan rata-rata 11 hari/bulan. Curah hujan yang tertinggi terjadi pada bulan September sampai dengan Januari dan curah hujan terendah antara bulan Juni sampai dengan Agustus.

Temperatur udara rata-rata berkisar antara 22,9°C. Sampai 31,05 °C. Suhu udara terendah 21,2 °C terjadi pada bulan Agustus dan yang tertinggi 33,0 °C pada bulan Juli. Kelembaban udara relatif 81-90%, tekanan udara 1,001-1,01/Hm Bar, kecepatan angin 155 – 173 km/hari, elipasi sinar matahari 50.73%, penguapan (evaporasi ) harian antara 4,2-5,9 Hm dan evapotranspirasi bulanan 134,7 – 171,4 mm.
 Jenis tanah di daerah datar meliputi jenis Organosol, Aluvial dan Podsolik Merah Kuning (PMK) sedangkan di daerah berbukit dan bergunung meliputi jenis tanah Latosol dan Podsolik Merah Kuning (PMK), Ph tanah yang terdapat di daerah Kabupaten Sambas berkisar antara 4-7.
Wilayah Kota Sambas berupa dataran pantai / aluvial sungai yang hampir tanpa gelombang, sangat datar dan landai. Kota ini berada pada ketinggian 7,2 – 9,8 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan lahan hanya 0 – 2 % saja. 
Titik tertinggi berada di kawasan bagian Utara di wilayah Desa Senyawan dengan ketinggian 9,8 meter dpl sedangkan titik terendah berada di hilir Sungai Sambas Kecil di wilayah Desa Saing Rambi. 
Pola topografi Kota Sambas dibentuk oleh pola aliran tiga sungai penting yaitu Sungai Sambas Besar di Utara, Sungai Sambas Kecil di tengah wilayah dan Sungai Teberuh yang merupakan anak sungai Sambas Kecil bermuara tepat di kawasan Keraton Sambas.  Lahan umumnya miring ke arah badan sungai-sungai tersebut.



Kondisi Lingkungan Jabon, Sengon dan Ramin di  Daerah Kabupaten  Sambas
Spesies Tanaman
Curah hujan musiman
Musim kering terpendek
Suhu maksimal pd bulan kering
Topografi yang sesuai
Kondisi tanah yg sesuai
Tidak terdapat hama/penyakit
Sengon (Parasirianthes falcataria)
-
-
-
-
V
-
Ramin (Gonystylus bancanus)
V
V
V
V
V
-
Jabon (Anthocephalus cadamba)
V
-
-
-
V
-
Kesimpulan Penanaman
            Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa ada beberapa tanaman yang tidak sesuai dan sesuai ditanam di daerah Kabupaten Sambas berikut pembahasannya:
a.       Sengon (Parasirianthes falcataria) dan Jabon (Anthocephalus cadamba)
Dari data tersebut kita tahu bahwa tanaman tersebut tidak sesuai ditanam pada daerah Sambas, apabila dilakukan penanaman perlu dilakukan beberapa proses dan perlu dana yang cukup besar, dan juga memerlukan penanganan khusus dan apabila dilakukan penanaman tidak dilakukan atau tidak melihat kondisi lingkungan maka yang akan terjadi pada tanaman tersebut pertumbuhannya tidak baik, akan terserang hama, mudah terserang penyakit dan banyak lagi hal-hal yang akan terjadi apabila dilakukan penanaman.
b.      Ramin (Gonystylus bancanus)
Dapat disimpulkan bahwa pada tanaman ini sangat sesuai ditanam pada daerah ini. Sehingga pada daerah ini mampu memproduksi atau dapat dilakukan penanaman secara besar-besaran dan juga tidak banyak melakukan proses penyesuaian sehingga dengan mudah proses penanaman dan tidak membutuhkan penaganan secara intensif. Dalam kegiatan penanaman ini kita hanya memperhatikan kualitas bibit yang tahan terhadap hama dan penyakit.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar